JarSaveBLOG

Uang jajan anak SMA: berapa yang wajar, dan kapan mulai bulanan?

Menurut BPS, uang saku adalah separuh biaya pendidikan siswa SMA dan SMK. Angka per sekolah berbeda jauh, jadi hitung dari kebutuhan anak, lalu naik dari mingguan ke bulanan.

JarSave Team ·

Uang jajan bulanan adalah uang rutin dari orang tua yang diberikan sekali sebulan untuk ongkos, kuota, dan jajan anak, lalu diatur sendiri oleh anak sampai akhir bulan.

Di SMA, uang jajan anak SMA tidak lagi hanya untuk kantin. Ada ongkos, kuota internet, dan makan bersama teman sepulang sekolah.

Menurut Statistik Penunjang Pendidikan 2024 dari BPS, uang saku memakan 50,98 persen biaya pendidikan siswa SMA dan SMK, pos terbesar di atas transpor dan SPP. Lalu, berapa yang wajar, dan kapan anak SMA siap mengatur uang sebulan?

Berapa uang jajan anak SMA yang wajar?

BPS mencatat rata-rata biaya pendidikan siswa SMA dan SMK Rp10,19 juta pada tahun ajaran 2023/2024. Kalau separuhnya uang saku, hitungan kami sekitar Rp5,2 juta setahun, tetapi BPS tidak memberi angka per hari.

Angka per sekolah berbeda jauh. Fahneta dan rekan (2026) mencatat rata-rata Rp30.393 pada 55 siswa SMAN 1 Martapura, tetapi Rp17.770 pada 37 siswa SMAN 3 Martapura di kota yang sama. Makalahnya tidak menyebut satuannya, kemungkinan besar per hari.

Siswa di sana memakai 67 persen uangnya untuk makan dan minum, dan 24 persen untuk kuota internet. Angka Rp20 ribu sampai Rp50 ribu sehari yang beredar di media adalah saran penulis artikel, bukan hasil survei.

Apa yang dipelajari anak SMA tentang uang di sekolah?

Capaian Pembelajaran yang berlaku sejak Juli 2025 cukup jauh. Di kelas X, IPS meminta siswa membedakan produk keuangan bank dan nonbank, lalu "menyusun laporan keuangan pribadi".

Di kelas XI dan XII, matematika membahas bunga tunggal dan majemuk, pinjaman, dan investasi. Uang saku anak sendiri adalah bahan latihan yang paling dekat untuk semua itu.

Kapan uang jajan anak SMA bisa diberikan bulanan?

Kami tidak menemukan studi yang membandingkan uang mingguan dengan bulanan. Yang ada adalah temuan Bucciol dan Veronesi (2014) dari survei rumah tangga di Belanda.

Orang dewasa yang dulu diajari menabung oleh orang tuanya 16 persen lebih mungkin menabung, dan tabungannya sekitar 30 persen lebih besar. Cara terbaiknya gabungan tiga hal: uang saku, mengawasi pemakaiannya, dan nasihat soal menabung dan anggaran.

Jadi uang bulanan bukan soal melepas anak. Mulailah dari mingguan, naik ke dua mingguan, lalu bulanan setelah uangnya cukup sampai akhir periode beberapa kali berturut-turut.

Tiga hal yang bisa dicoba di rumah

Untuk adiknya ada tulisan tentang uang jajan anak SMP dan anak TK dan SD kelas 1. Di JarSave, orang tua menentukan anggaran dan bunganya, dan yang tetap di toples bertambah setiap bulan. Itulah bunga majemuk yang bisa dilihat, bukan hanya dihitung di buku.

TagUang jajanSekolahRisetTips