PP Tunas: apa artinya untuk aplikasi yang dipakai anak?
PP 17/2025 meminta setiap aplikasi untuk anak menyebut usia minimumnya dan menilai sendiri tujuh aspek risiko. Ini isinya, cara JarSave mengikutinya, dan cara orang tua memeriksa aplikasi lain.
PP Tunas adalah Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak, yang mewajibkan pembuat aplikasi menilai risikonya bagi anak dan melaporkannya ke Komdigi.
Banyak anak sudah memegang HP sebelum masuk SD, entah untuk menonton, bermain, atau belajar. Wajar kalau orang tua lalu bertanya aplikasi mana yang aman untuk anaknya. Sejak tahun ini, pertanyaan itu punya pegangan baru: PP Tunas.
Aturan ini mulai diterapkan pada 28 Maret 2026. Per awal Agustus 2026, Komdigi menyatakan sudah menghapus sekitar 5 juta akun anak di sejumlah platform digital, seperti dilaporkan Katadata (6 Agustus 2026). Lalu, apa sebenarnya yang diatur, dan apa artinya untuk aplikasi yang dipakai anak?
Apa itu PP Tunas?
PP Tunas adalah Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak. Aturan ini tidak melarang anak memakai internet. Yang diatur adalah kewajiban pembuat aplikasinya.
Aturan turunannya, Permen Komdigi 9/2026, meminta setiap aplikasi menyebut usia minimum penggunanya, lalu menilai sendiri risikonya dan melaporkannya ke Komdigi. Kepmen Komdigi 142/2026 menetapkan tujuh aspek yang dinilai, mulai dari kontak dengan orang asing sampai adiksi dan gangguan kesehatan fisik. Satu aspek yang berisiko tinggi sudah cukup membuat seluruh aplikasi dinilai berisiko tinggi.
Bagaimana JarSave mengikutinya?
Usia minimum JarSave adalah 5 tahun. Akunnya dibuat orang tua, dan HP anak hanya tersambung kalau orang tuanya yang memasangkan.
Mode anak dibatasi 20 menit sehari untuk setiap anak, lalu muncul layar istirahat sampai besok. Latihan yang sedang berjalan tidak ikut dihitung. Mulai pukul 19.00 sampai 06.00, layar anak menjadi hangat dan redup dengan sendirinya.
Anak tidak bisa mengobrol dengan orang di luar keluarganya, dan tidak ada pembelian di mode anak. Tidak ada iklan, tidak ada peringkat, dan tidak ada streak harian yang membuat anak merasa harus membuka aplikasi setiap hari.
Berkas sekolah anak hanya dilihat orang tua dan tidak pernah tampil di HP anak. Setiap anak yang ditambahkan tercatat bersama persetujuan orang tuanya, dan data keluarga bisa diunduh atau dihapus kapan saja.
Laporan penilaian mandiri JarSave kami kirim ke Komdigi pada 17 Oktober 2026. Komdigi memverifikasi laporan seperti ini dalam 14 hari sejak diterima, lalu mengumumkan profil risikonya.
Tiga hal yang bisa dicoba di rumah
- Cari usia minimumnya. Permen Komdigi 9/2026 mewajibkan setiap aplikasi menyebutnya, biasanya di ketentuan penggunaan atau di halaman aplikasinya di toko.
- Periksa siapa yang bisa menghubungi anak. Untuk anak di bawah 13 tahun, buka aplikasinya dari akun anak dan lihat apakah orang asing bisa mengirim pesan atau komentar.
- Coba cari tombol hapus data. Aplikasi yang menjaga data anak menyediakan cara mengunduh dan menghapusnya sendiri, tanpa harus berkirim email berkali-kali.
Aturan ini tidak menggantikan pengawasan orang tua, tetapi membuat setiap pembuat aplikasi menuliskan risikonya. Dengan begitu, orang tua punya sesuatu yang bisa diperiksa.

