JarSaveBLOG

Uang jajan anak TK dan SD kelas 1: berapa?

Tidak ada angka resmi, tapi kurikulum kelas 1 memberi patokan yang jarang dipakai orang tua: jumlah yang sudah bisa dihitung anak sendiri.

JarSave Team ·

Uang jajan adalah uang rutin dari orang tua yang boleh anak pakai sendiri, biasanya untuk jajan di sekolah, dengan jumlah dan jadwal yang sama setiap kali.

Menjelang masuk SD, banyak anak mulai memegang uang sendiri untuk jajan di kantin. Wajar kalau orang tua lalu bertanya berapa jumlah yang pas.

Survei Eastspring Investments (2020) terhadap orang tua di Asia mencatat 37 persen dari mereka memilih mulai mengenalkan uang sebelum anak berusia enam tahun. Lalu, berapa yang masuk akal untuk anak TK dan SD kelas 1?

Adakah patokan resmi untuk uang jajan?

Tidak ada. Kami tidak menemukan data nasional tentang rata-rata uang jajan anak SD. Angka yang beredar di media sosial sebaiknya dibaca sebagai kebiasaan satu keluarga, bukan standar.

Patokan yang lebih berguna justru datang dari kurikulum. Capaian Pembelajaran Matematika (2024) menargetkan anak kelas 1 dan 2 memahami bilangan sampai 100 dan menjumlah atau mengurangi benda konkret sampai 20.

Uang dengan ribuan sebagai satuan baru diajarkan di kelas 3 dan 4. Sederhananya, uang jajan anak kelas 1 sebaiknya bisa ia hitung sendiri, misalnya tidak lebih dari 20 lembar seribuan dalam seminggu.

Apa yang sebenarnya dipelajari dari uang jajan?

Biro Perlindungan Finansial Konsumen Amerika Serikat (CFPB, 2016) menyebut anak 3 sampai 5 tahun sudah memahami bahwa uang dipakai untuk tukar-menukar. Di usia 6 sampai 12 tahun, anak mulai paham menabung untuk pembelian di masa depan.

Pelajaran itu lebih mudah didapat lewat praktik. Tinjauan Kaiser dan Menkhoff (2020) atas 37 eksperimen pendidikan keuangan di sekolah menemukan pengetahuan siswa naik cukup jelas, tetapi perilaku keuangannya hampir tidak berubah.

Uang jajan adalah kesempatan berlatih yang tidak ada di kelas. Anak memilih sendiri, merasakan uangnya habis, lalu menunggu jatah berikutnya.

Mengapa jadwal lebih penting daripada jumlah?

Kidd, Palmeri, dan Aslin (2013) meneliti 28 anak berusia sekitar 4,5 tahun. Anak mau menunggu jauh lebih lama ketika orang dewasa di sekitarnya terbukti menepati janji.

Uang jajan yang datang di hari yang sama setiap minggu mengajarkan hal itu. Menyisihkan uang hari Senin baru masuk akal kalau Senin berikutnya uang memang datang lagi.

Tiga hal yang bisa dicoba di rumah

Di JarSave, orang tua menentukan anggaran bulanan, dan anak melihat tabungannya sebagai isi toples, bukan deretan angka yang belum bisa ia hitung. Jumlahnya boleh kecil, asal datangnya bisa dipercaya.

TagUang jajanMenabungRisetTips