Membandingkan kakak dan adik: kapan jadi masalah?
Perlakuan berbeda tidak selalu terasa tidak adil. Penelitian menunjukkan yang paling menentukan adalah alasannya, dan pembanding terbaik adalah diri anak sendiri bulan lalu.
Perlakuan berbeda, dalam penelitian disebut parental differential treatment, adalah ketika orang tua memberi perhatian, aturan, atau hadiah yang tidak sama kepada anak-anaknya.
Anak sudah membandingkan dirinya dengan orang lain sejak kecil. Ruth Butler (1998) meneliti 840 anak berusia 4 sampai 8 tahun di Israel dan menemukan kebiasaan ini muncul sejak usia 4 sampai 5 tahun.
Orang tua pun sering ikut membandingkan, misalnya "lihat, tabungan kakakmu sudah banyak". Lalu, kapan membandingkan kakak dan adik mulai merugikan?
Apa kata penelitian tentang perlakuan berbeda?
Jensen dan Thomsen (2024) merangkum 88 sumber penelitian dengan 26.451 peserta berusia 3 sampai 18 tahun. Anak yang merasa kurang diistimewakan lebih sering cemas dan murung, juga lebih sering marah dan melawan.
Hubungannya lebih kuat pada kakak dan adik yang usianya berdekatan. Tinjauan Jiang dan rekan (2025) atas 26 studi dengan 37.025 peserta mencatat kaitannya kecil sampai sedang, dan ini hubungan, bukan bukti sebab-akibat.
Apakah berbeda selalu berarti tidak adil?
Tidak. Kowal dan Kramer (1997) meneliti anak berusia 11 sampai 13 tahun di Amerika Serikat. Sebanyak 75 persen dari mereka yang melihat perlakuan berbeda tidak menganggapnya tidak adil.
Kuncinya ada pada alasan. Anak yang paham bahwa perbedaannya karena usia atau kebutuhan menilai hubungannya dengan saudara lebih positif. Studi McHale dan rekan (2000) pada 385 keluarga juga menemukan rasa adil lebih erat kaitannya dengan harga diri anak daripada perbedaannya sendiri.
Kalau tidak dengan kakaknya, dibandingkan dengan apa?
Dengan dirinya sendiri. Butler mencatat anak makin sering membandingkan diri dengan masa lalunya seiring bertambah usia, sedangkan kalah dari orang lain menurunkan semangatnya di semua usia.
Sederhananya, bulan lalu memberi anak sesuatu yang bisa ia kejar. Kakaknya sering hanya memberi rasa kalah.
Bagaimana dengan lomba antarsaudara?
Lomba siapa paling cepat merapikan mainan memang sering berhasil sesaat. Tinjauan David Johnson dan rekan (1981) atas 122 studi menemukan kerja sama menghasilkan prestasi lebih baik daripada persaingan.
Bersaing bahkan tidak lebih baik daripada bekerja sendiri. Studi itu meneliti siswa di sekolah, bukan saudara di rumah, tetapi lomba antarsaudara selalu menyisakan satu yang kalah. Kalau yang kalah selalu adiknya karena lebih kecil, perbedaannya terasa tidak adil.
Tiga hal yang bisa dicoba di rumah
- Bandingkan dengan bulan lalu. "Bulan lalu tabunganmu Rp20 ribu, sekarang Rp35 ribu" lebih membangun daripada menyebut tabungan kakaknya.
- Umumkan alasannya. Kakak berusia 10 tahun mendapat uang jajan Rp10 ribu sehari, adik berusia 6 tahun Rp5 ribu. Jelaskan di depan keduanya bahwa bedanya karena usia.
- Jangan pasang peringkat. Grafik tabungan di kulkas sebaiknya satu untuk setiap anak, tanpa urutan siapa yang paling banyak.
Di JarSave, setiap anak hanya melihat toplesnya sendiri, sementara orang tua melihat semuanya. Tidak ada papan peringkat antara kakak dan adik.

